Kisah sungai menurut arahan khalifah

http://b.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/internasional/egypt_river_nile.jpg



Tatkala negeri Mesir mula ditakluki oleh tentara Islam Khalifah Umar Ibnul Khattab yang memerintah Kerajaan Islam ketika itu telah melantik Amru Bin Al As sebagai gabenor di wilayah islam yang baru itu.

Amru Bin Al As memang terkenal seorang pahlawan Islam yang berani serta pentadbir yang cekap dan bijaksana.

Semasa Amru Bin Al As menjadi gabenor Mesir, suatu peristiwa ganjil telah berlaku. Air sungai Nil dikatakan akan berhenti mengalir beberapa bulan lagi dan penduduk-penduduk Mesir bercadang untuk melakukan upacara jahiliah ialah mengorbankan seorang anak gadis yang cantik ke dalam sungai itu.

Mereka mendesak Amru Bin Al As supaya melakukan upacara itu. Beliau yang sebagai pemerintah Islam dan tokoh sahabat Rasulullah SAW tentu sekali berkeras tidak mahu melakukan sebab terang sekali bertentangan dengan ajaran Islam yang suci.

Tidak berapa lama kemudian air sungai Nil benar-benar mulai kering. Oleh kerana pertanian di negeri Mesir itu bergantung kepada air sungai tersebut, penduduk-penduduk pun menjadi semakin cemas.

Ada sebahagian mereka terpaksa berpindah ke kawasan tanah lain yang lebih subur.


Keadaan ini akhirnya memaksa Amru Bin Al As menulis surat kepada Khalifah Umar Ibnul Khattab di Madinah untuk meminta pandangannya. Amru Bin Al As sendiri merasa serba salah tentang bagaimana hendak menyelesaikan masaalah yang dihadapinyaitu.

Tidak lama kemudian Saiyidina Umar Ibnul Khattab pun mengirim jawapannya melalui sepucuk surat. Tetapi apakala surat itu sampe ke tangan Amru Bin Al As gabnor Mesir itu didapatinya surat itu tidak ditujukan keapdanya bahkan kepada Sungai Nil itu sendiri.

Sebelum Amru Bin Al As mencampakkan surat itu ke dalam Sungai Nil yang hampir kekeringan itu ia sempat juga membaca isi surat itu yang berbunyui kira-kira demikian:


"Surat ini dikirimkan kepada Sungai Nil oleh Umar, hamba Allah dan Amirul Mukminin.


"Wahai Sungai Nil! Jika air yang mengalir di sungai ini adalah atas kuasamu maka ketahuilah bahawa kami tidak memerlukan kau, tetapi jika ianya mengalir di atas kekuasaan Allah swt maka kepadaNya kami pohonkan agar mengalirkan air di sungai ini."


Demi setelah surat itu Gabenor Amru mencampakkan ke dalam sungai tersebut, adalah diriwayatkan bahawa sungai itu pun dipenuhi semula oleh air sedalam empat-puluh lapan kaki pada malam itu.

Semenjak hari itu lenyaplah amalan-amalan jahiliah yang lama lagi karut itu di kalangan penduduk Mesir.mushahidah

6 cara menakjubkan labah-labah menangkap mangsanya

Berikut adalah teknik berburu labah-labah yang menakjubkan, teknik apa saja yang akan digunakan oleh laba-laba untuk mencari mangsanya. Mari kita lihat dibawah :

1. LABAH-LABAH PENIRU SEMUT


Bagaimana labah-labah pelompat boleh mengelabui semut-semut? Ia melakukannya bukan hanya dengan bentuk penampilan saja, bahkan juga dengan perilakunya. Sebagai contoh, untuk menyembunyikan jumlah kakinya, labah-labah pelompat memegang dua kaki depannya untuk meniru sesunggut semut.

Dengan cara ini, kaki-kaki ini menyerupai sesunggut semut. Sampai di sini kita mesti berhenti dan berpikir: itu berarti bahawa labah-labah dapat mengira. Labah-labah ini mengira jumlah kaki-kakinya dan jumlah kaki semut, dan kemudian membandingkannya.

Melihat adanya perbezaan ini, ia mengerti bahwa ia harus menutupinya dengan cara yang sangat bijak dengan membuat dua kaki depannya menyerupai sesunggut.

2. LABAH-LABAH BOLAS (Pelempar Lasso)


Pertama sekali labah-labah ini membuat benang berujung lengket dan bersiap-siap untuk menyergap. Selanjutnya, ia akan menggunakan benang lengket ini sebagai sebuah lasso.
Kemudian, untuk mengundang mangsanya, laba-laba ini meletak suatu zat kimia khusus. Zat kimia ini adalah "pheromone", yang biasa digunakan ngengat betina untuk memikat pasangannya.(Ngengat jantan yang tertipu dengan panggilan palsu ini, datang mendekati sumber bau.)
Labah-labah yang penglihatannya sangat buruk dapat merasakan getaran yang ditimbulkan semasa ngengat terbang. Dengan cara ini, laba-laba dapat merasakan kedatangan mangsanya.
Yang menarik, walaupun nyaris buta, labah-labah Bolas ini dapat menangkap mahluk yang sedang terbang dengan seutas benang yang dibuatnya sendiri sambil bergelantungan di udara.

3. LABA-LABA TRAPDOOR



Labah-labah Trapdoor (pintu perangkap) membangun sarang yang digunakan pula sebagai perangkap. Labah-labah ini membuat penutup sarang dari sutera buatan sendiri.

Salah satu sisinya dilekatkan ke sarang dengan engsel benang yang kokoh, seolah-olah sebuah pintu rumah.

Pintu ini juga menjadi tempat persembunyian labah-labah dari mangsanya, yang disamarkannya dengan serpihan daun, semak-semak dan tanah.

Kemudian membuat tegang benang-benang yang ada di bawah daun, dari arah luar menuju ke bahagian dalam sarang. Ketika segalanya telah siap, laba-laba masuk ke sarang dan menunggu mangsanya datang.

Ketika serangga mendekati sarang dan menginjak daun atau tanah di atasnya, benang-benang di bawah tanah akan bergetar. Hasil getaran inilah, labah-labha mengetahui bahawa mangsanya telah dekat.

4. LABA-LABA DINOPSIS



Labah-labah berwajah-raksasa ini, yang nama ilmiahnya Dinopsis, menggunakan teknik berburu yang sangat luarbiasa dan menakjubkan.

Bukannya membangun jaring yang tetap dan menanti mangsa, ia membuat jaring khusus yang dilempar kepada mangsanya. Selanjutnya membungkus mangsanya di dalam jaringnya ini.
Serangga yang tertangkap mati terpedaya. Kemudian ia membungkus mangsanya dengan benang yang baru agar menjadi sebuah "pakej" yang tetap segar untuk simpanan masa depan.

5. LABAH-LABAH LONCENG



Untuk membangun sarangnya, mula-mula labah-labah ini membuat sebuah bidang rata antara tangkai-tangkai atau dedaunan di dalam air. Bidang rata ini dilekatkannya ke tangkai-tangkai dengan benang-benang suteranya.

Selain untuk menstabilkan bidang datar, benang-benang ini juga berfungsi sebagai ciri untuk pulang ke rumahnya, juga bekerja seperti radar yang memperingatkan adanya mangsa yang mendekat

Setelah bidang rata terbentuk, labah-labah mengangkut gelembung udara ke bawahnya dengan kaki-kaki dan tubuhnya. Dengan cara ini, jaring menggembung ke atas. Dengan semakin banyak udara yang ditambahkan, bentuk jaring menjadi serupa lonceng. "Lonceng" ini lah sarang tempat tinggalnya.

6. LABAH-LABAH PELOMPAT



Berbeda dari labah-labah spesies lainnya yang membuat jaring dan menunggu mangsa, labah-labah pelompat lebih suka menyerang mangsanya dengan cara melompat, sesuai dengan nama yang disandangnya.
Labah-labah ini mempunyai kepakaran sehingga mampu menangkap serangga yang sedang terbang dari jarak setengah meter lebih.blogkempul

Kisah ahli ibadah bermuka kusam

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhledW88gTwf4jFnpXsXoZW99vXUmyU0yRu7IEzwwr4PLYs9_TLeTFLNbe22REutwvOTgu-MbpLa7xNs86G7tCoX3Bggmu8UI4l1RVffqSCpHh_BPr9zoQW_fzUyWC7rp7EwMClUz1ZiCEM/s226/senyum.jpg

Abu Yazid Al Busthami, pelopor sufi, pada suatu hari pernah didatangi seorang lelaki yang wajahnya kusam dan keningnya selalu berkerut. Dengan murung lelaki itu mengadu,

"Tuan Guru, sepanjang hidup saya, rasanya tak pernah lepas saya beribadah kepada Allah. Orang lain sudah lelap, saya masih bermunajat. Isteri saya belum bangun, saya sudah mengaji.

Saya juga bukan pemalas yang enggan mencari rezeki , Tetapi mengapa saya selalu malang dan kehidupan saya penuh kesulitan?"Sang Guru menjawab sederhana,

"Perbaiki penampilanmu dan ubahlah roman mukamu. Kau tahu, Rasulullah adalah penduduk dunia yang miskin namun wajahnya tak pernah keruh dan selalu ceria.

Sebab menurut Rasulullah, salah satu tanda penghuni neraka ialah muka masam yang membuat orang curiga kepadanya."
 
Lelaki itu tertunduk. Ia pun berjanji akan memperbaiki penampilannya. Wajahnya senantiasa berseri. Setiap kesedihan diterima dengan sabar, tanpa mengeluh.

Alhamdullilah sesudah itu ia tak pernah datang lagi untuk berkeluh kesah.Sebagaimana kata Rasulullah,

"Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan."

Namun demikian tidak berarti Islam mengajarkan kemewahan. Islam justeru menganjurkan kesederhanaan.

Baik dalam berpakaian, merias tubuh maupun dalam sikap hidup sehari-hari. Nabi sendiri jubahnya seringkali sudah luntur warnanya tapi senantiasa bersih.

Umar bin Khattab walaupun jawatannya kalifah, pakaiannya sangat sederhana dan bertambal-tambal. Tetapi keserasian selalu dijaga.

Sikapnya ramah, wajahnya senantiasa mengulum senyum bersahabat. Roman mukanya berseri.

Tak hairan jika Imam Hasan Al Basri berpendapat, awal keberhasilan suatu pekerjaan adalah roman muka yang ramah dan penuh senyum.

Bahkan Rasulullah menegaskan, senyum adalah sedekah paling murah tetapi paling besar pahalanya. Demikian pula seorang suami atau seorang isteri.

Alangkah celakanya rumah tangga jika suami isteri selalu berwajah tegang. Sebab tak ada persoalan yang diselesaikan dengan mudah melalui kekeruhan dan ketegangan.

Dalam hati yang tenang, pikiran yang dingin dan wajah cerah, Insya Allah, apapun persoalannya nescaya dapat diatasi.

Inilah yang dinamakan keluarga sakinah, yang didalamnya penuh dengan cinta dan kasih sayang."Anda ingin beramal soleh...?mushahidah


Kisah ibu Smith memeluk Islam kerana akhlak anak

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3D0-6oIdSO46mKP7shvJouEontqx3Xm1FW1zLLOAygDF0jR6VEbtOn1gKFU59P4VPiRO35lRvm2QkezMpMK5KZxjjP2bXq_mvbimnMWe9QHNorBVqC-YqIEQkOxtumGGqh8oKnDOBqMbD/s320/doa-untuk-ibu-bapa_1024.jpg
Kisah ini tentang seorang lelaki bernama Muhammad Abdullah atau Smith yang telah memeluk agama Islam daripada Kristian. Cerita ini disampaikan oleh Mohamad A Joban , Imam di Masjid Ar-Rahmah di Washington, USA.

Smith berasal dari Chicago, dan berpindah ke Olympia lebih kurang 17 tahun yang lalu. Dia selalu memakai kopiah putih sejak menjadi seorang Muslim.

Pada tahun 1996 , ibunya telah jatuh sakit di Chicago. Ketika dia tiba di rumah ibunya, ia membuka pintu dan ibunya berkata, “Adakah anda Smith?”

Dia berkata, “Ibu, Tidak, Nama saya sekarang adalah Muhammad Abdullah.” “Adakah anda Muslim?” Tanyanya.

Dia berkata, “Ya”.

Ibunya menjadi sangat marah, dan menanyakan mengapa ia mengikuti agama pengganas, kekerasan, dll Ibunya turut mengatakan macam-macam tentang betapa buruknya agama Islam.

Muhammad Abdullah memahami bahawa ibunya telah dicuci otak oleh media. Jadi, selama dia tinggal bersama selama dua minggu, ia tidak pernah berbicara tentang Islam.

Dia hanya menunjukkan dia Islam melalui tindakannya. Dia memasak, membersihkan rumah, membawa ubat-ubatan, dan menemani ibunya sebelum dia pergi tidur.

Ringkasannya, dia memberikan layanan yang baik dan mengambil berat, dengan kebaikan. Ketika tiba waktunya untuk berdoa, dia meminta izin dan berdoa di sisi ibunya.

“Smith, datang ke sini,” kata ibunya selepas dua minggu. “Tahukah anda bahawa ketika anda masih kecil, ayahmu sering membawa anda ke gereja?

Tetapi gereja tidak pernah berubah gaya hidup anda. Bila anda menjadi seorang remaja, anda gunakan untuk pulang ke rumah mabuk-mabuk , dan memanggil nama saya dengan kurang ajar .

“Tapi sekarang anda benar-benar berubah. Anda terbang dari Olympia datang ke sini, melintasi ribuan kilometer, sementara kakak anda dan abang anda, yang tinggal di bandar ini, hanya menghantar bunga padaku dan memanggil saya melalui telefon. Selain itu, anda selalu membuat saya senang selama dua minggu.

Muhammad Abdullah berkata: “Bu, ini adalah Islam. Adakah anda tahu bahawa setelah Allah SWT meminta saya untuk menyembah Dia, Dia SWT akan meminta saya untuk bersikap baik kepada anda? (17:23).

Dan Nabi Muhammad saw (saw) mengatakan bahawa jika saya menyenangkan Allah, dan aku tidak menyenangkan anda, saya tidak akan boleh masuk syurga. Pesuruh Allah, Nabi Muhammad SAW mengatakan bahawa syurga berada di bawah kaki ibumu. ”

Lalu ibunya berkata, “Smith! Apa yang harus saya lakukan jika saya ingin menjadi seperti anda?”

“Adakah anda yakin, Bu? Kau kata sebelum ini bahawa ini adalah agama pengganas,” kata Smith.

Ibunya berkata, “Ya, saya yakin, kerana itu mengubah hidup anda. Ini mengubah keperibadian anda dan perilaku anda.”

Ibunya meninggal 3 tahun selepas itu dan Muhammad Abdullah Smith juga telah meninggal dunia pada 12 Mac 2008 . Innalillahi wa inna ilaihi raajiuun

Ibunya menjadi seorang muslimah kerana perbuatan baik dan perilaku anaknya. Semoga Allah menempatkan mereka bersama-sama sekarang di tempat yang indah, amin.LoveloveIslam

Merdeka kerana memberi makan anjing musafir

http://pendidikan.dunyahalal.com/pendidikan_dunyahalal_com/media/Image/Anjing%20yang%20musafir___%20(500x188).jpg


Diceritakan bahawa pada suatu hari *Abdullah bin Jaafar sedang berpergian. Ketika sampai di sebuah kebun kurma milik seseorang, dia berhenti untuk beristirehat. Didapatinya di situ ada seorang hamba abdi berkulit hitam yang menjaga kebun kurma tersebut.

Tiba-tiba hamba abdi itu mengeluarkan bekalnya untuk makan yang berupa tiga potong makanan. Seekor anjing datang menghampirinya dan berpusing-pusing berhampiran si hamba sambil menyalak sebagai tanda ingin merasa makanan itu. Lidahnya pun dihulur-hulurkannya keluar.

Hamba abdi yang peka itu mencampakkan sepotong makanannya ke arah anjing dan dimakannya. Kemudian dicampakkannya pula sepotong lagi dan dimakannya pula.

Ternyata anjing itu masih belum mahu lari juga. Maka hamba abdi itu mencampakkan lagi makanannya untuk ketiga kalinya dan dimakannya lagi. Maka habislah semua bekal si hamba kerana diberikan kepada anjing yang datang.

Abdullah bin Jaafar yang melihat perkara itu sangat hairan, kerana si hamba telah memberikan semua makanannya kepada anjing. “Wahai anakku, berapa banyakkah makananmu sehari di tempat ini?” tanya Abdullah bin Jaafar.

“Tiga potong saja yang kesemuanya telah dimakan anjing tadi.” Jawab si hamba.

“Mengapa engkau berikan semua kepada anjing itu? Dan engkau sendiri akan makan apa?” tanya Abdullah.

“Wahai tuan. Tempat ini bukanlah kawasan anjing. Jadi aku yakin dia datang dari tempat yang jauh, sedang bermusafir dan tentu dia sangat lapar. Sedang aku sendiri, biarlah tidak makan hari ini sehingga esok.” jawab si hamba.

Mendengar itu, Abdullah berseru: “Subhanallah. Bagus...bagus. Ternyata hamba itu lebih dermawan daripada saya.”

Kerana rasa terharunya dan merasa kedermawanannya masih dikalahkan oleh seorang hamba hitam, Abdullah bin Jaafar membeli kebun kurma dan hamba abdi itu dari tuannya.

Kemudian dia memerdekakan si hamba, dan kebun kurma itu diberikan kepadanya. Setelah itu, dia pergi meninggalkan tempat itu untuk meneruskan perjalanannya. mushahidah

__________________________________________
(*) Abdullah bin Jaafar bin Abi Talib lahir di Negeri Habsyah ketika umat Islam sedang berpindah ke sana dengan dipimpin oleh ayahnya Jaafar bin Abi Talib.

Dialah keluarga Bani Hasyim yang paling akhir melihat Rasulullah SAW Ketika Nabi SAW membaiatnya, Abdullah bin Jaafar baru berumur tujuh tahun, turut bersama dalam baiat itu Abdullah bin Zubair yang umurnya juga baru tujuh tahun.Abdullah bin Jaafar memang terkenal sangat dermawan.

Dia pernah bersedekah sehingga beribu-ribu dinar dalam satu masa, enam puluh ribu, empat puluh ribu dinar dan lain-lain.

Muawiyah sangat suka kepadanya dan memberinya satu juta dirham setiap tahun. Suatu masa ketika Muawiyah mengerjakan memberinya lima puluh ribu dinar. Abdullah bin Jaafar wafat pada tahun 83 Hijrah.

Kisah laknat seekor kuda

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRHZmYv36k2tRzJ7lrRUUqWnQWDFtCGHaOGa2NfmoFQJXlZxmNymHPMtXtH8TF9Ensupz6Bz5zeopYlYVYChqu3FgFYvZveQmL2GG17ruMQCD09k-xRy5a7vV0fxh64bDFofOfFZ8jMIf6/s1600/kuda+luna+maya.jpeg
Gambar hiasan

Suatu hari, Abdullah bin Al-Mubarak pergi ke pasar. Dia telah melihat seekor kuda dijual dengan harga 40 dirham. "Alangkah murahnya kuda ini." katanya.

"Tetapi ada cacatnya," sahut pembeli yang lain.

"Apakah kecacatan kuda ini?" tanya Abdullah.

"Tidak boleh mengejar musuh dan tidak boleh lari dari musuh. Ia akan duduk tetap di tempatnya." ujar pembeli menghina kuda yang murah itu.

"Kalau begitu, kuda ini sungguh bernilai" kata Abdullah sambil berlalu dari situ.

Kuda hina yang dianggap bernilai oleh Abdullah itu akhirnya dibeli oleh anak muridnya. Ketika berlaku perang, dai maju ke medan dengan menunggang kuda itu dan ternyata, ianya berfungsi dengan baik sekali.

Mendengar berita itu, Abdullah bertanya muridnya, "Sudahkah engkau mencuba kecacatannya?"

Dengan jujur, muridnya menjawab, "Betul kuda itu sebagaimana yang tuan guru ceritakan. Ketika saya membeli kuda itu, saya membisikkan ke telinganya 'Hai kudaku, sesungguhnya aku telah bertaubat meninggalkan dosa, maka hari ini, kau harus meninggalkan cacat celamu," kata murid itu. Mendengarkan bisikannya itu, kuda itu menggerak-gerakkan kepala seolah-olah menjawab, "Aku telah meninggalkan dosa,"

Kepada gurunya, murid itu meneruskan cerita, "Di sini aku mengerti bahawa cacat cela itu bukan datang dari kuda, tetapi datang dari pemiliknya. Akibatnya orang kafir itu harus turun dari kudanya. Orang yang zalim seperti juga orang kafir, akan dilaknati oleh kudanya."

Kepada gurunya, murid itu menghuraikan firman Allah dalam surah Hud ayat 8 yang bermaksud : "....ingatlah, kutukan Allah akan ditimpa pada orang-orang yang zalim,"

Dalam ayat tersebut dikatakan, apabila Allah melaknati orang-orang zalim, seluruh miliknya termasuk kudanya akan sama dilaknatinya. Tak hairanlah jika kuda itu ikut melaknati tuannya yang zalim dan kafir itu. Begitu juga laknat yang menimpa orang munafik dan takabbur, sehingga terpaksa mengalah dan turun dari kuda tungganggannya.


Kisah seorang daripada 6 00 000 orang diterima hajinya

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIvc0vZFk9SyFAqLUHhKO_o3MVsNMICLXtilUKh3h5EbCYQYfSko2Zpl10yZL8G4SLEsRuWd4wblz-cy9ts_e0Ly53OUDfVE4s3nv_CopVCLgqAuTNBrs2uq5MH4eiFPdJ-XkOGUfKpWc/s1600/dua2.jpg

Abdullah bin Mubarak menceritakan sewaktu beliau tertidur di Masjidil Haram, beliau ternampak dua malaikat turun dari langit.

Berkata salah seorang darinya, “Berapa ramai bilangan yang menunaikan haji tahun ini?” Jawab yang disebelahnya, “600,000 orang.”

“Di antara mereka berapakah yang diterima hajinya?” Jawab malaikat kedua,

“Di antara mereka, hanya seorang saja. Namanya Muwaffaq, dia tinggal di Damsyik, pekerjaannya sebagai tukang kasut, dia tidak dapat berhaji, tetapi hajinya diterima oleh Allah,”

Bila tersedar dari tidur, Abdullah segera berangkat ke Damsyik untuk mencari lelaki ini.

Setelah bertemu, Abdullah pun bertanya, “Terangkan padaku, apakah amalanmu sehingga mencapai darjat yang tinggi?” Jawab Muwaffaq,

“Dengan rahmat Allah, aku telah mengumpulkan wang sebanyak 300 dirham yang aku simpankannya untuk mengerjakan haji pada tahun ini.

Waktu itu, isteriku sedang hamil dan dia telah tercium sesuatu dari rumah jiran dan dia menyuruhku memintanya sedikit kerana mengidam.

Aku pun mendapatkan jiranku itu. Berkata jiranku kepadaku,

“Aku terpaksa memberitahumu satu perkara, anak-anakku sudah tiga hari tidak makan.”

Sewaktu aku keluar mencari makanan, aku terjumpa bangkai himar lalu aku potong sebahagian dagingnya lalu aku masak, maka makanan ini halal bagi kami tetapi haram bagimu.

Mendengarkan kata-kata wanita ini, aku segera pulang ke rumah dan mengambil wang 300 dirham itu lalu aku berikan padanya.

Aku berkata kepada diriku, “hajiku hanya di pintu rumah jiranku.” Hanya itulah saja amalanku.

Demikianlah besarnya rahmat Allah kepada hambanya, sesungguhnya Allah tidak memandang pada harga yang kita ada tetapi niat yang ikhlas lagi suci.Mushahidah