Elizabeth Torres memeluk Islam walaupun tujuh ahli keluarganya maut dalam tragedi 11 September


 http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/elizabeth-torres-_110907082141-520.jpg
Ia masih kerap dipanggil dengan nama lahirnya, Elizabeth. Walau kini, ia telah mengganti semua dokumen rasminya menjadi Safia Al-Kasaby, identiti barunya setelah menjadi seorang Muslimah.

Berita dia bertukar agama sempat menuai kontroversi di Amerika Syarikat. Maklumnya, banyak perkara yang tidak berkaitan mengapa kemudian dia membuat pilihan keyakinannya pada Islam.

Tidak berkaitan? Ya. Safia, 43 tahun, adalah keturunan Yahudi dan Puerto Rico. Datuknya adalah korban Holocaust yang kemudian melarikan diri ke Puerto Rico. Mereka bersembunyi di sebuah rumah ibadah.

Dia juga bekas Sarjan pertama dalam Angkatan Udara AS. Malah, Safia kehilangan lapan ahli keluarga – seorang bapa saudara dan tujuh sepupunya – dalam serangan 11 September yang menjadikan Muslim sebagai “tertuduh” pada 2001.
 
Namun bagi Safia, semua saling berkaitan. Justeru setelah duka Tragedi 11 September, ia mencari pengetahuan tentang Islam. Dalam dirinya tumbuh keyakinan semakin Islam disudutkan di AS, ia merasa adalah yang salah di sana.
“Saya tidak peduli siapa yang melakukannya,” ujarnya. “Saya hanya beri perhatian kenapa Islam tiba-tiba dibenci. Saya tidak pernah membenci Islam, atau membenci Muslim. Bagi saya untuk marah tentang apa yang terjadi pada menara kembar akan menjadi seperti saya membenci semua orang Jerman yang menewaskan orang-orang Yahudi.”

Semakin ia mentelaah buku-buku tentang Islam, semakin ia jatuh hati pada agama yang disebarkan oleh manusia agung, Muhammad SAW. Ia makin gelisah. Akhirnya timbul keberanian, tahun 2005 atau empat tahun setelah tragedi yang merengut keluarganya itu, ia bersyahadat.

Seperti Muslim lainnya, Safia merasa ketegangan di sekelilingnya: tatapan curiga kerana dia mengenakan jilbab atau tudung dan penjaga kedaiyang tiba-tiba meminta identiti tambahan tiap kali ia pergi ke pusat perbelanjaan.

Malah pejabat di Kedutaan Besar AS di Kaherah menolak permintaan awal dari calon suami barunya, seorang lelaki berasal dari Mesir, untuk visa sementara. Safia dianggap mempunyai agenda tersembunyi lain dengan berkahwin dengan lelaki Mesir.

Agama barunya juga telah memperluas jurang antara dia dan keluarganya. Ibunya, tiga saudara perempuan dan salah seorang anak perempuannya, Sylvia, mempersoalkan pilihannya.

Sylvia malah tidak mahu ada hubungannya dengan ibunya. Sylvia memarahi Safia habis-habisan ketika dia muncul di pengkebumian suaminya mengenakan jilbab dan membawa Alquran.

Namun ia beruntung, seorang anaknya yang lain, Natalia, mendukung pilihannya. “Agama yang dipilih mama sungguh cool,” ujarnya.

Gadis 18 tahun ini menghargai transformasi keyakinan Safia. Ia kerap tidak tahan dengan orang-orang yang mengolok-olok Islam atau stereotip Muslim. 
 
“Saya berkata,” Tunggu sebentar. ibu saya seorang Muslim,” ujarnya mengulang kata-katanya semasa belaiu memotong percakapan rakan-rakannya. “Dan dia bukan teroris.”Republica

Rasulullah pengsan mendengar keterangan Jibril tentang pintu neraka ke 7

 http://catatanrevolusi.blogsome.com/images/doakubur.gif
Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibril datang kepada Nabi saw pada waktu yang ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh nabi s.a.w.: "Mengapa aku melihat kau berubah muka?"

Jawabnya: "Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dibesarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahawa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu benar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya."

Lalu nabi s.a.w. bersabda: "Ya Jibril, jelaskan padaku sifat Jahannam." 
 
Jawabnya: "Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian diteruskan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya.
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi niscaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan bahangnya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut dalam Al-Qur'an itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh.
 
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di hujung timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi, dan minumannya air panas bercampur nanah, dan pakaiannya potongan-potongan api. Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bahagiannya yang tertentu dari orang lelaki dan perempuan."

Nabi s.a.w. bertanya: "Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?" 
 
Jawabnya: "Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda." (nota kefahaman: iaitu yang lebih bawah lebih panas)

Tanya Rasulullah s.a.w.: "Siapakah penduduk masing-masing pintu?" 
 
Jawab Jibril:
 
"Pintu yang terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yang kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s. serta keluarga Fir'aun, namanya Al-Hawiyah.
 
Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim,
 
Pintu ketiga tempat orang shobi'in bernama Saqar.
 
Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,
 
Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.
 
Pintu ke enam tempat orang nashara bernama Sa'eir."

Kemudian Jibril diam, segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga ditanya: "Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?
 
Jawabnya: "Di dalamnya orang-orang yang berdosa besar dari ummatmu yang sampai mati belum sempat bertaubat."

Maka nabi s.a.w. jatuh pengsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga sedar kembali dan sesudah sedar nabi saw bersabda: "Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?" 
 
Jawabnya: "Ya, iaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu."

Kemudian nabi s.a.w. menangis, Jibril juga menangis, kemudian nabi s.a.w. masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah.

(dipetik dari kitab "Peringatan Bagi Yang Lalai")


Rahsia pengkhianatan syaitan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQsULuYhchMRu3Uf5DAV7dZILvfcofIBrPmz0PG15G3q3ShRPWHAD1q6fMwbiweifM6_0liQuvOH6n1NPPbOm4pVcc82Xhyphenhyphen0gvm_jbCvPXkAY0LKZQWifpQ0n0xouDsTMxJVO2B2fAIj0Q/s1600/iblis.jpg

Hanya Alquran yang mampu membuka rahsia-rahsia besar yang pasti akan terjadi di akhirat kelak. Salah satunya adalah pengkhianatan syaitan secara terbuka kepada para pengikutnya yang dalam Kitab Suci disebutkan, dalam keadaan hina, putus asa, terumbang-ambing, dan tanpa pembela.


Semasa perkara hisab telah diselesaikan, berkatalah syaitan, "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu namun aku menyalahinya.

Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekadar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku. Oleh sebab itu, janganlah kalian mencerca aku. Cercalah diri kalian sendiri.
Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian dan kalian pun sekali - kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu." (QS Ibrahim [14] : 22).

Sungguh terkutuk itu syaitan. Apakah kita, manusia, tidak tahu? Sejak Nabi Adam AS sehingga menjelang kiamat kelak, tak ada manusia yang tak tahu syaitan itu memang penipu dan pengkhianat besar.

Manusia menjadi mangsa syaitan, kerana pada hakikatnya manusia itu makhluk lemah. Mudah sekali dirayu, digoda, dan akhirnya dikuasai syaitan. Tambahan pula jika setan sudah merasuk ke dalam tubuh kita. 
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya syaitan itu mengalir dalam diri anak Adam laksana aliran darah." (HR Bukhari dan Muslim).
Di zaman teknologi digital serba canggih sekarang ini, kata Dr `Aidh Al-Qarni, arah penipuan syaitan juga lebih canggih dari kemampuan kita untuk menolaknya. Begitu canggih, begitu cerdik, begitu halus tipuan syaitan, sehingakan kita tidak sedar mengikuti pola fikiran dan tingkah laku persis syaitan. 
Segala kesenangan hidup­ industri hiburan yang mengepung kita, misalnya-menjadi media mengasyikkan bagi syaitan untuk menjerumuskan manusia.

Dalam Virus of the Mind, Richard Brodie mengingatkan, virus kejahatan yang menyebar melalui dunia hiburan mudah sekali merosakkan akal budi kita.

Ketika akal budi runtuh, syaitan berjaya membina singgasananya dalam hati dan fikiran kita. Dengan masygul Rasulullah SAW menasihati kita agar berhati-hati benar pada segala kesenangan dunia. Sebab, di situlah syaitan bersembunyi memerangkap kita.

Hanya Allah yang mampu melindungi kita agar selamat dari segala tipu daya syaitan. 
"Jika engkau ditimpa suatu godaan syaitan, maka berlindunglah pada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS Al-A'raf [7] : 200). Republika.co.id


8 spesis kucing hutan yang mempesonakan

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjhoc8WvtBFEaaIthQdO0BT_x8QHRP_Sm76cz3IH40cvQm4YVka-553lPVRDC6_JVWWaUqrDKp3iH3amy-E4juLEJKFFY0CXE7tRF-8FJbpV9NtksDjthamiwjnk5TIihCwfbboi4ySqyb/s1600/hutan1.jpg
 1. Andean montain cat
The Andean Mountain Cat (Leopardus jacobita) sangat jarang dilihat, sebagai habitat yang dibatasi ke pergunungan Bolivia, Peru, Argentina, dan Chile pada ketinggian di atas garis pokok.


Jumlah populasi dianggarkan hanya kira-kira 2500. kucing ini membesar hanya kira-kira dua meter panjangnya, hampir tidak lebih besar dari kucing rumah, dengan ekor tebal panjang yang boleh memberikan imbangan yang berguna untuk melakukan manuver di sekitar pergunungan.
2. Pallas's cat
Pallas's The Cat (Otocolobus manul) disebut juga "Manul". Hanya seukuran kucing domestik, tapi nampaknya lebih berat kerana bulu yang padat.

Pallas's The Cat berbeza dari kucing lain kerana memiliki mata bulat dan cerah dan gigi yang lebih sedikit, memberikan penampilan yang berwajah relatif datar. kucing ini terdapat dari Eropah Timur ke Siberia, menjelajahi ketinggian lebih tinggi dari Timur Tengah dan Asia. 
Kucing ini dianggap sebagai spesies kucing tertua, yang berkembang kira-kira 12 juta tahun yang lalu. Meskipun kucing ini jarang ditemui , anda mungkin biasa dengan kucing ini kerana fotonya popular dari sebuah poster.

3. Margay
Margay (Leopardus wiedii) menyerupai kucing rumah, tetapi lebih kecil sebagai kucing rumah. Margay juga mempunyai kaki yang relatif lebih panjang dari seekor kucing rumah dan merupakan pemanjat pokok yang sangat baik.

Kucing ini terdapatdi wilayah membentang dari Mexico ke bawah melalui Brazil. Spesies ini hampir terancam jarang kelihatan, kerana hanya berburu di malam hari dan tetap tersembunyi di hutan hujan.
4. Fishing cat
Fishing Cat (Prionailurus viverrinus) terdapat di Asia Selatan dan Asia Tenggara, di mana ia lebih suka tinggal berhampiran air yang lebih baik untuk mencari ikan, tentu saja! Ini adalah kucing perenang pertama dari keluarga kucing.

Kucing ini dikategorikan sebagai haiwan yang terancam pupus kerana habitatnya sedang dihancurkan sebagai tanah basah yang dikeringkan untuk digunakan manusia.

5. Serval
Serval (Leptailurus serval) adalah salah satu jenis kucing liar Afrika yg berkaki panjang yang diyakini nenek moyang kuno singa dan cheetah. kucing Ini mendiami wilayah padang savana Afrika.

Kucing ini mempunyai kepala kecil dan kaki panjang yg sangat efisien untuk mengejar mangsa , kucing ini juga sangat cerdas. Serval adalah kucing liar yang paling banyak dipelihara sebagai haiwan peliharaan rumah.

6. Caracal
Caracal (Caracal caracal) mempunyai penampilan khas Amerika Utara, kucing ini membesar dengan baik, dan hidup di Afrika dan Asia. Kucing ini membesar kurus tinggi kira-kira tiga meter panjangnya.

Caracal lebih suka hidup di gunung atau daerah gurun, dan dapat bertahan hidup tanpa air lebih lama daripada kucing lainnya. Walaupun jarang dilihat, Caracal banyak di alam liar, dan kadang-kadang ditangkap sebagai haiwan peliharaan

7. African Golden Cat
African Golden Cat (Profelis aurata) tidak selalu berwarna emas. Malah, warnanya sangat bervariasi antara individu, mulai dari emas kemerahan menjadi abu-abu gelap dengan tanda khusus pada beberapa kucing dan dada yang lebih terang. Kucing ini juga dapat berubah warna selama siklus hidupnya.

Golden Cat asli hidup di hutan hujan Afrika Khatulistiwa. kucing Ini jarang dilihat, kucing ini membesar panjang 30-32 inci dan beratnya sehingga 40 kilogram. Cat Golden diklasifikasikan sebagai haiwan hampir terancam pupus.

8. Sand cat
Sand cat (Felis margarita) tinggal di padang pasir Afrika, Semenanjung Arab, dan Asia Barat. ukurannya sama besar kucing domestik, dengan bulu yg lebih tebal.

Sand cat memiliki kepala lebar dan bulu tumbuh di antara kaki, kelebihan yang sering ditemui pada kucing Arktik. Tujuannya untuk adaptasi kaki terhadap lingkungan, akan tetapi tetap kaki Cat Sand dilindungi dari permukaan yang panas. Kucing ini dikategorikan sebagai haiwan terancam pupus, pemburuannya dilarang di banyak negara.

Kemampuan semut selamatkan diri semasa banjir

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBUNvTBCDwyYP5S_hUxjWgGQnOevoTJYgjvDGsIVfO8Rpxa7QQVdiHosDF7fYs7n2GT8fs9bV5uRUBC0QDa_d1F4WF2VlzvL-5YYyMqbkvUoYYYofOWHz-byVPtnshgS4Dy3A0XvCjdaM/s1600/semut+api1.jpg
Ini adalah kenderaan hebat untuk menyelamatkan diri dari bencana banjir. Kenderaan itu dapat merakit dirinya sendiri dalam 100 saat dan mampu menjaga ribuan hingga jutaan penumpangnya selamat serta terapung selama berhari-hari, malah hingga beberapa bulan.

Kumpulan semut api yang terapung bersama adalah ciptaan semulajadi yang luar biasa. Para pengkaji berusaha mengetahui bagaimana semut-semut itu menciptakan rakit yang selamat dan tahan lama dari badan semut sendiri.

Dengan rakit itu, semut dapat menyelamatkan diri dari banjir di habitat asli semut api di Amerika Selatan, sekaligus bermigrasi ke tempat jauh.
 
Kumpulan pengkaji yang dipimpin oleh Nathan Mlot, ahli kejuruteraan biologi di Georgia Institute of Technology, Amerika Syarikat, mengumpulkan semut api di tepi jalan dan memfilemkan serta membekukan semut itu ketika semut-semut itu membentuk kelompok apung. Kemudian diletakkan ke dalam air di laboratorium, kelompok semut berbentuk bola itu menyebar.
Semut-semut saling berpegangan, menggunakan cakar, rahang, dan cairan melekat di kaki masing-masing, yang mengeluarkan cairan minyak, yang membuatkan semut dapat melekat pada permukaan licin. Kemudian wujudlah rakit hidup, bentuknya menyerupai kueh serabi/putu.
 
Bahagian badan luar semut, yang disebut kutikel, bersifat hidrofobik atau penolak air. Permukaan kasar kutikel membuatkan semut dapat menahan udara di badannya ketika terendam air dan membentuk lapisan plastron.

"Kelompok besar semut api yang saling berpegangan itu mempunyai kemampuan anti air yang lebih tinggi, sehingga seluruh anggota kelompok dapat terapung sekaligus mencegah air memasuki rakit," kata Mlot.

Rakit semut itu memperoleh keuntungan dari badan semut yang kecil. "Pada skala milimeter, semut mempunyai kekuatan besar, kelajuan tinggi, dan kemampuan menahan pundi udara ketika terendam air, yang akhirnya membuat rakit mereka antiair," kata Mlot dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. "Kemampuan ini nampaknya hilang pada ukuran yang lebih besar."

Sayang, rakit semut itu mempunyai kelemahan. Rakit akan berselerak dan tenggelam bila air dimasukkan sabun atau surfaktan lain yang merosak tegangan permukaan air. tempointeraktif.com


Gadis Amerika bersyahadah di dalam bas


jilbab_4
“Aku dibesarkan dalam keluarga Kristian taat. Ayahku sentiasa memberi petua Kristian semasa membesarkanku. Dia berusaha keras mengajariku nilai-nilai Kristian,” kata Halimah David tentang latar belakang keluarganya.

"Aku banyak membaca Bibel semasa masih duduk di sekolah dasar dan mengamati sekilas ada hal yang bertentangan di sana (contoh: masalah babi). Memasuki usia 12 tahun, aku makin mengerti dan Kristian makin jauh dari hidup. Tapi aku sendiri tidak tahu apa yang mesti kulakukan. Aku terus mencari dan mencari, siapa tuhanku yang sebenarnya. Berdoa agar ditunjukkan pintu kebenaran itu. Jujur, aku benar-benar bekerja keras untuk hal ini," kata dia.

Halimah menyimpan segudang pertanyaan dalam kepalanya: “Kenapa ada manusia di dunia?” atau “Untuk tujuan apa manusia diturunkan?”

Halimah berfikir dengan sistem yang begitu komplek, contohnya bagaimana manusia diciptakan, lalu bumi diciptakan untuk manusia, tentu ada Maha Pencipta di balik semua itu. Seperti benda, pasti ada perekanya. Atau, tatkala seseorang jalan-jalan di pantai lalu meninggalkan jejaknya di pasir. Maka pasti yang melihat akan menduga ada orang yang baru melalui jalan itu sebelumnya.

"Memasuki usia ke-19, itulah masa-masa yang kritis dalam masa pencarianku. Aku banyak membuat perjalanan ke berbagai tempat untuk melihat aneka budaya setempat. Ini juga sebahagian dari proses pencarian tuhan. Kuamati ajaran Taoisme, Budha, Yahudi, Freemansory, Hindu, Animisme, serta banyak lainnya lagi. Tentu saja ajaran Kristiann juga jadi bahan pembanding.

Aku juga mempelajari Islam melalui literatur yang ada. Pada masa itu hanya satu dua halaman saja yang kupelajari. Sekilas saja, aku tidak begitu tertarik mempelajarinya lebih jauh. Kuamati Islam menyembah Allah, lalu Muhammad Nabi mereka. Itu saja. Lalu mereka solat lima kali sehari. Apa, lima kali sehari!?," kata dia lagi.
"Ketika itu aku mulai berfikir, ah masa sampai sebegitu banyaknya. Bila pergi kerja, kuliah kalau sebegitu banyak musti ibadah setiap hari. Begitu hatiku membatin. Waktu berlalu, aku kembali ke Amerika lagi. Usiaku sudah 21 tahun. Aku masih belum puas dengan semua agama yang telah kupelajari," kata dia hairan.

Waktu terus berjalan hingga dia memutuskan untuk masuk universiti dan diterima di jurusan kedoktoran di Universiti Colorado. Menjadi doktor memang impiannya sejak lama. "Konsekuensinya, aku harus pindah dari Michigan ke Colorado. Tak apa-apa demi masa depan," ujarnya.

Semasa harinya, Halimah menggunakan bus umum Greyhound dari Michigan ke Colorado. Perjalanan sedikit panjang dan membosankan. Syukurnya sepanjang perjalanan itu dia punya teman bersembang dengan seorang pemuda yang dikenalinya dalam bus. Anak muda yang duduk persis di belakangnya. Ternyata dia juga hendak ke Colorado untuk meneruskan kuliah.

“Namanya Ibrahim, asal dari Afrika. Dia ke Colorado untuk kuliah di jurusan teknik. Kamipun mulai akrab dan bersembang ke sana kemari untuk menghilangkan rasa jenuh di perjalanan,” kata Halimah.

Yang menjadikan Halimah tertarik adalah tatkala Ibrahim menyebut dirinya seorang muslim. “Aku tanya apa itu Islam dan dia cerita orang Islam percaya hanya satu Tuhan iaitu Allah dan Muhammad utusan-Nya. Dia cerita juga bahawa Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir dan tak ada diturunkan Nabi lagi setelahnya. Aku makin tertarik,” imbuh Halimah.

“Aku simpulkan bahawa ajaran Yahudi berada di belakang dua Nabi, yakni Nabi Isa dan Muhammad. Dan, ajaran Kristian yang dibawa Nabi Isa berada di belakang Islam yang dibawa Nabi Muhammad,” katanya.
 
Halimah seakan merasa melihat secercah kebenaran dalam Islam. Ibrahim pun menghadiahkannya sebuah buku kecil berisi kumpulan zikir dan doa yang merupakan senjata orang mukmin. Halimah sempat membaca salah satu bahagian dari buku itu yang berbunyi:

"Tak ada satu pun yang patut disembah kecuali Allah. Allah satu dan tak bersekutu. Dia Maha Pemilik yang memiliki segala-galanya dan dia Maha Terpuji. Dialah yang Maha Berkuasa atas segala-galanya."

Berawal dari situlah Aminah melihat Islam adalah agama yang sedikit lebih masuk akal dan mudah difahami dari sekian agama yang pernah dipelajarinya. Halimah lalu membaca lagi isi buku pemberian Ibrahim itu untuk mendapat petunjuk siapa itu Allah. Dia temui kalimat lain berbunyi:

"Dengan nama Allah, tak ada sesuatu pun boleh memberikan manfaat dan mudharat baik di dunia mahu pun di akhirat, kecuali dengan seizin Allah. Dia Maha Mendengar dan lagi Maha Mengetahui."

"Ya Allah, segala keberkahan telah banyak kami terima dari Engkau yang Maha Pencipta. Engkau tidak bersekutu. Segala puji hanya bagi-Mu. Terima kasih ya Allah."

“Seketika itu lalu aku menoleh pada Ibrahim dan menanyakannya bagaimana caranya menjadi orang Islam. Dia menyebut aku mesti bersyahadah. Dia beritahu setiap yang mahu masuk Islam mesti mengucap dua kalimah: La ilaha illa llaah Muhammadur Rasuulullah. Hanya itu? Aku lalu dituntunnya untuk mengucap kalimat Syahadah itu. Aku pun bersyahadah pada masa itu juga. Ya di dalam bus Greyhound, antara Michigan dan Colorado, aku telah jadi seorang muslimah!," kenangnya.

"Subhanallah! Setelah berbincang-bincang hanya sekitar lima belas minit dengan Ibrahim aku menjadi seorang muslim. Inilah cerita tujuh tahun yang lalu,” ujar Halimah memuji Allah. Dia mengaku sangat terkesan dengan kisah keislamannya akhir tahun 2001 silam itu.

Seterusnya, dengan serta merta dia membatalkan perjalanannya ke Colorado. “Aku tidak meneruskan ijazah kedoktoran. Aku putuskan untuk menghabiskan waktu untuk mempelajari agama yang baru kukenal itu,” kata dia lagi.

Lalu Halimah pun pindah ke Utah. Di sana dia menemui banyak muslim dan mereka sangat gembira serta menyambut Halimah dengan meriah dan mengenalkannya pada komuniti muslim setempat. Disanalah dia menghabiskan waktu untuk mempelajari Islam secara serius dan bersungguh-sungguh.

"Begitulah, setelah mengikuti berbagai kajian Islam, ada beberapa hal yang menurutku sangat penting, yakni: Mesti ada Sang Pencipta, kerana di dalam kehidupan nyata ada benda-benda ciptaan. Bukti bahawa Tuhan itu ada ditunjukkan melalui kumpulan orang-orang yang berkumpul dan beribadah kerana merasa ada "keperluan" yang bersifat spiritual. Ini terlihat dari adanya aneka ragam agama dan pemeluknya," ungkapnya.

"Begitupun, kita mesti mengikuti agama yang meyakini hanya satu tuhan. Kerana, jika ada lebih dari satu tuhan maka otomatik akan sangat komplek dan akan terjadi pertentangan antara sesama tuhan. Logikanya begitu. Konsekuensinya, semua manusia bertanggungjawab untuk percaya dan yakin kepada Tuhan yang terpatri di dalam setiap diri dan jiwa mereka," pungkas dia.

"Kerana itulah dasar dari dilahirkan manusia ini, untuk mengabdi kepada Sang Penciptanya. Seperti termaktub di Surah Azzariyat ayat 56: "Aku menciptakan jin dan manusia hanya untuk mengabdi kepada-Ku.", katanya. 
 
Jadi saya rasa Islam hadir untuk menggantikan ajaran Kristian yang telah berbelok arah dengan ajaran Trinitasnya, Satu dalam tiga, Itu sangat tidak rasional.

Halimah juga mendapat hal menarik lain tentang Tuhan di dalam Islam, bahawa jika seseorang manusia tidak mahu beribadah kepada-Nya, maka kekayaan-Nya tidak akan berkurang. 
 
Sebaliknya jika semua manusia beribadah kepada-Nya, maka kekayaan-Nya juga tidak bertambah gara-garanya hamba-Nya menyembah Dia. Allah itu Maha Sempurna. Dia tak perlu kepada benda-benda, tapi semua benda-benda ciptaan-Nya perlu, itu sebabnya semua umat manusia perlu untuk beribadah kepada-Nya.

"Inilah yang makin memantapkan hati saya untuk terus berada dalam agama yang sangat saya cintai ini. Islam sudah sangat sempurna," tutupnya.

Halimah kini telah berkahwin dan memilih tinggal di rumah untuk mendidik anak-anaknya. Dia juga menulis buku-buku Islam khusus untuk anak-anak. Tidak hanya itu waktunya juga diisi dengan mengendalikan tiga website Islam. Salah satunya khusus membahas etika bisnis di dalam Islam. Hidayatul Islam


Layani isteri seperti Rasulullah


 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmPhfw06HyD2GsGlZZgYZr7LXnODENldIrdKS0GKWkYrIuUmQ_eUI0zdXDV1H7VOd0yjPbvQTyhqEGe5rXpG0ameOXj1OGs1UOmtyZhxmfIBFj0K1Brr5uIV-AetsgrG1Oe2ssWmfQWWc1/s1600/muhammad+%25281%2529.jpg
1. Kalau ada pakaian yang koyak, Rasulullah menampalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga mahupun untuk dijual.

2. Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyingsingkan lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur. Sayidatina ‘Aisyah menceritakan ‘Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga.

3. Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pula kembali sesudah selesai sembahyang.’

4. Pernah baginda pulang pada waktu pagi. Tentulah baginda teramat lapar waktu itu.. Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada kerana Sayidatina ‘Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya, ‘Belum ada sarapan ya Khumaira?’ (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina ‘Aisyah yang bererti ‘Wahai yang kemerah-merahan’) Aisyah menjawab dengan agak serba salah, ‘Belum ada apa-apa wahai Rasulullah.’ Rasulullah lantas berkata, ‘Jika begitu aku puasa saja hari ini.’ tanpa sedikit tergambar rasa kesal di raut wajah baginda.
 
5. Sebaliknya baginda sangat marah tatkala melihat seorang suami sedang memukul isterinya. Rasulullah menegur, ‘Mengapa engkau memukul isterimu?’ Lantas dijawab dengan agak gementar, ‘Isteriku sangat keras kepala! Sudah diberi nasihat dia tetap begitu juga, jadi aku pukul lah dia.’ ‘Aku tidak menanyakan alasanmu,’ sahut Nabi s. a.. w. ‘Aku menanyakan mengapa engkau memukul teman tidurmu dan ibu kepada anak-anakmu?’

6. Pernah baginda bersabda, ’sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik, kasih dan lemah lembut terhadap isterinya.’ Prihatin, sabar dan rendah hati baginda dalam menjadi ketua keluarga langsung tidak sedikitpun menurunkan kedudukannya sebagai pemimpin umat..

7. Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa kehambaan yang sudah melekat dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa kesombongan.

8. Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH langsung tidak dijadikan sebab untuknya merasa lebih dari yang lain, ketika di depan ramai maupun dalam kesendiriannya.

9. Pintu Syurga telah terbuka seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih lagi berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah hinggakan pernah baginda terjatuh lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak.

10. Fizikalnya sudah tidak mampu menanggung kemahuan jiwanya yang tinggi. Bila ditanya oleh Sayidatina ‘Aisyah, ‘Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?’ Jawab baginda dengan lunak, ‘Ya ‘Aisyah, apakah aku tak boleh menjadi hamba-Nya yang bersyukur.’Kaskus