7 Kelebihan Oli Synthetic Dibanding Oli Mineral

Pelumas yang bekerja secara efektif sesuai fungsinya akan memperpanjang usia mesin sehingga lebih awet masa pakainya. Oli mesin berfungsi sebagai pelumas untuk mengurangi gesekan atau keausan dari sejumlah komponen yang bekerja dan bergerak saat mesin kendaraan hidup.


Selain berfungsi sebagai pelumas, Oli mesin juga berfungsi sebagai pendingin, anti karat, penutup celah mesin dan pembersih mesin. Pelumas yang baik harus bisa membuat kinerja mesin lebih ringan dan bertugas sebagai pelindung komponen metal dari friksi akibat gesekan terus-menerus dalam waktu yang lama.

Menurut bahan dasarnya, oli mesin yang umum beredar terbagi 2 jenis, yaitu :

Oli Mineral (Base Oil) : Berasal dari hasil tambang minyak bumi yang diolah menjadi oli dan ditambah bahan aditif untuk menambah kualitas pelumas menjadi lebih baik.

Oli Sintetis (Synthetic Oil): Umumnya Oli Sintetis terdiri atas Polyalphaolifins yang dihasilkan dari bagian terbersih hasil pemilahan oli mineral, yaitu gas. Senyawa ini kemudian dicampur dengan oli mineral. Inilah mengapa oli sintetis bisa dicampur dengan oli mineral dan sebaliknya. Pada dasarnya, oli sintetis didesain untuk menghasilkan kinerja yang lebih efektif dibandingkan dengan oli mineral.


Oli Mineral VS Oli Synthetic
Keunggulan oli synthetic dibandingkan oli mineral :

* Lebih stabil pada temperatur tinggi (less volatile) sehingga kadar penguapan rendah

* Mengontrol/mencegah terjadinya endapan karbon pada mesin

* Sirkulasi lebih lancar pada waktu start pagi hari/cuaca dingin

* Melumasi dan melapisi metal lebih baik dan mencegah terjadi gesekan antar logam yang berakibat kerusakan mesin

* Tahan terhadap perubahan/oksidasi sehingga lebih tahan lama sehingga lebih ekonomis dan efisien

* Mengurangi terjadinya gesekan, meningkatkan tenaga dan mesin lebih dingin

* Mengandung detergen yang lebih baik untuk membersihkanmesin dari kerakOli mineral biasanya dibuat dari hasil penyulingan sedangkan oli synthetic dari hasil campuran kimia.

Bahan oli synthetic umumnya adalah PAO (PolyAlphaOlefin). Oli synthetic biasanya disarankan untuk mesin-mesin dengan teknologi terbaru (turbo, supercharger, dohc, dll) juga mesin yang membutuhkan pelumasan yang lebih baik (racing) dimana celah antar part/logam lebih kecil/sempit/presisi dimana hanya oli synthetic yang bisa melapisi dan mengalir lebih sempurna.








sumber: http://www.tuanmuda.us/showthread.php?tid=4509

1 komentar:

buat anak kok coba coba mengatakan...

Gak nahan di kantong bos,,oli syntetic lebih mahal ketimbang oli mineral.mending mineral aja.

Posting Komentar